Sabtu, 06 Oktober 2018

Nikon D5100 F/5.6, 1/350, ISO 320 02/12/2015

Cerita Hujan

Awan gelap mulai menyelimuti
Tiupan angin membawa aroma khas berbau kenangan saat hujan turun
Petrikor
Tampaknya hujan telah turun dikejauhan sana

Dibalik jendela kamar kupandangi semut-semut yang berbaris rapi 
Berjalan diantara rumput-rumput  di halaman rumah
Apa yang akan mereka lakukan jika hujan datang?
Bersuka citakah?
Tidak...!
Tubuh mereka kecil,
Sebutir tetes hujan saja lebih besar beberapa puluh kali lipat daripada tubuh mereka
Kasihan, Mereka akan berhamburan
Tak peduli lagi akan barisan rapi tadi
Berlari sekuat tenaga, berusaha menyelamatkan diri sendiri
Berusaha untuk tidak terpental, berusaha agar tidak terbawa arus
Menggapai apa saja yang ada bisa diraih
Daun, mungkin
Hujan bagi mereka seperti bom yang meluluh lantakan kehidupan mereka
Seperti air bah yang menggulung-gulung, menghayutkan mereka
Mungkin, mereka takut hujan

Hujan belum turun saat ku hentikan pikiran mengada-ngada ini
Aku tidak takut hujan, bukan aku yang takut hujan
Jika hujan turun, aku akan berlari menyambut mereka
Biarkan saja rambut, baju, dan celanaku basah
Malah akan kubiarkan mukaku yang pertama kali ditetesi air hujan
Sambil tersenyum, kurasakan rasa air hujan yang mengalir disela-sela bibir
Berlari kesana kemari
Lalu, berdiri di bawah talang air
Merasakan dinginnya air hujan
Hingga mengigil kedinginan, tangan keriput gemetaran
Menikmati saat-saat yang belum tentu nanti kurasakan lagi

Kubiarkan kenangan ini pergi dengan redanya hujan
Biar nanti saat senja datang, dapat kuhirup aroma kenangan yang pernah terjadi ini.

Balikpapan, 06/10/2018
Anwar Anang Zulfikar

======================================











Tidak ada komentar:

Posting Komentar